Good
evening everybody,,, ada sedikit cerita tentang masa diklatku yang dilaksanakan
selama lima hari dari tanggal 26-30 Juni 2014.
Ada banyak
pelajaran yang berharga yang didapat selain ilmu yang tujuan dari diklat itu
sendiri. Sekilas tentang Diklat (Pendidikan Kilat), yang terbayang dalam otakku
hanya duduk manis mendengarkan ceramah dari instruktur dan ternyata itu salah
total brow.... :)
Ada tuntutan
dan aturan yang harus diikuti oleh setiap Guru Sasaran (GS). Diklat kurikulum
2013 sama halnya dengan perkuliahan: Tugas dan Presentasi menjadi makanan. Kalau
ada tugas dan presentasi pastinya terjadi sebuah diskusi donk... dan
menimbulkan sebuah keaktifan dari para GS. Hal tersebut akan menjadi sebuah Penilaian
tersendiri bagi diklat ini.
Dalam
diklat kurikulum 2013 kemarin, setelah melakukan PreTest setiap guru sasaran
dikelompokkan dalam skala besar (9 orang) kemudian diberikan tugas untuk
menjawab sebuah pertanyaan dari instruktur mengenai kurikulum 2013 yang sama
sekali mentah tak tahu apa-apa meskipun kita memegang buku modul seputar
kurikulum tersebut. Terlebih lagi saya yang benar-benar masih awam tentang
dunia kurikulum sekolah. Hal itu memberikan kesempatan bagi kami untuk terus
mencari jawaban. Dan instruksipun terus berlanjut. Hari pertama diklat cukup
memberikan kesenangan bagi saya. Saya mulai mendapatkan point penilaian dari
hasil kerja saya sebagai penjaga Stand kelompok (menjawab pertanyaan-pertanyaan
dari kelompok lain). Cukup membingungkan ketika itu terjadi. Saya harus menjadi
orang yang ahli dalam memecahkan setiap pertanyaan yang berkaitan dengan yang
saya kerjakan. Tetapi alhamdulilah tugas itu dapat terlewati meskipun dengan
kekecewaan pertama bekerja sama dengan orang-orang yang pasif dan yang pinter
tapi gemetar :(. Diklat hari pertama berakhir dengan presentasi
tugas dari kelompok yang beruntung terpilih kedepan forum :).
Tugas
diklat hari kedua adalah Menganalisis Buku Guru dan Buku Siswa. Ini sedikit
menyulitkan kami, para Guru Sasaran kurikulum 2013. Saya yang baru terjun ke
dunia pendidikan tentu sangat awam mengenai hal itu, yang pernah saya dengar
adalah analisis butir soal bukan analisis buku. Dan ternyata para guru yang
saya anggap senior, yang satu grup dengan saya itupun sama hal nya dengan
saya. Tak tahu mengenai analisis itu.
Alhasil kita mengerjakan tugas analisis itu meraba-raba dengan melihat contoh
yang ada. Namun kami tetap memiliki
usaha untuk memahaminya. Seperti hal nya pada diklat hari pertama bahwa tugas
setelah dikerjakan harus dipresentasikan. Untuk giliran presentasi ditentukan
dengan kocokan urutan kelompok. Beruntung bukan urutan kelompok kami yang
keluar dari kocockan itu. Dua kali
keberuntungan berada pada pihak kelompokku. Ada satu alasan besar yang
membuatku girang tidak ke depan forum. Saya merasa tidak beruntung pada diklat
ini. Saya masuk pada kelompok sisaan. Saya berkelompok dengan yang salah satu
anggotanya kurang menyenangkan, yang dapat menimbulkan emosi, arogan dan kurang
disenangi pula oleh yang lainnya. Tetapi hal itu tak menghentikan semangat saya
untuk berusaha mendapatkan ilmu, pengalaman, kenangan dan kesenangan dalam
diklat itu. Masih ada anggota yang menyenangkan, yang peduli dengan aturan diklat,
yang mampu bekerja sama, yang memberikan saya kenyamanan. Berarti saya tetap
beruntung ya... :) Tugas pada diklat hari kedua cukup menyita
perhatian saya karena saya tak mendapatkan point penilaian dan berakhir dengan
menyimpan giliran presentasi :)
Hari ketiga
diklat, kelompok 2 dan kelompok saya yang akan presentasi. Topik materi yang
kelompok saya dapatkan untuk presentasi
adalah “Analisis Video Pembelajaran”. Ada sebuah kejadian yang tak terduga,
video yang akan kami gunakan sebagai analisis dipakai oleh kelompok 2 yang
menyampaikan presentasi tentang model-model pembelajaran. Hal itu membuat
kelompok saya terpaksa mengganti video dan mengubah hasil analisisnya. Dan
giliran presentasipun tiba. Baru saja akan memulai presentasi, kesalahan teknis
mulai terjadi. Speakernya yang terhubung ke infokus tidak menyala. Setelah di
cek akhirnya menyala. Dan kesalahan teknis terjadi kembali pada saat pemutaran
video. Dipertengahan pemutaran video, aku menghentikannya karena salah paham
dengan moderator haha... it’s so embrassing... :(. Tapi “Akhirnya presentasi terlewati, ucapku “ :) Hari ketiga diklat cukup memberikan saya
kesempatan untuk menambah point penilaian. Dan selalu, pulang kerumah dengan
membawa bingkisan tugas Penilaian Raport. Oya dihari ketiga juga bawa bingkisan
asli, konsumsi d bawa pulang karena diklat b.inggris masuk ke bulan ramadhan so
pulangnya lebih awal :D
Oke... hari
keempat sudah masuk ke bulan puasa dan harus siap dengan tugas :). Hari keempat diklat dijadwalkan pembuatan RPP
bagi kelompok masing-masing dan Peer Teaching. Dari lima kelompok yang ada,
hanya dua kelompok yang Peer Teaching. Kelompok saya yang diketuai oleh orang
yang cukup membuat kepala geleng ternyata maju untuk Peer Teaching. Dan apa
yang terjadi, dari setiap gelagat sikapnya saya merasa malu sendiri. Saya jadi
merasa aneh yang luar biasa ketika ketua kelompok saya yang Peer Teaching
dengan sikap dan tingkah aneh-aneh nya. Tapi tentu itu harus terus dilanjutkan.
Apa jadinya jika saya mengeluarkan seluruh kekesalan mungkin saya akan lebih
malu. Dan untuk keempat kalinya saya harus mengucapkan syukur karena semua itu
terlewati dengan lancar. Meskipun dengan berbagai rasa :(.
Hari terakhir
diisi dengan mengisi Post Test. Kerja samapun tetap berlaku pada saat Post Test
haha... Dan sebagai penutup kegiatan hari kelima, Guru Sasaran Diklat Kurikulum
2013 melakukan foto bersama dengan instruktur ataupun dengan sesama GS. Ini
yang tak saya sukai, Perpisahan. Namun semua itu tetap harus dilewati karena
setiap pertemuan pasti berakhir dengan perpisahan entah bagaimanpun awalnya.
Selamat Tinggal Para GS Kurikulum 2013. Semoga kita semua mampu mengaplikasikan
kurikulum ini dengan sebaik-baiknya. Aamiin :)
kesimpulan
yang bisa saya sampaikan pada saat kurikulum 2013 itu adalah bahwa kurikulum
2013 menekankan pada pendidikan berbudi
pekerti dan pembelajaran yang berpendekatan scientific, saya setuju dengan kata “berbudi pekerti” karena seperti
yang kita ketahui sekarang bagaimana sikap dan prilaku peserta didik jaman
sekarang. Setiap orang sudah sangat menyadari terhadap perubahan prilaku antara
peserta didik sebelum era globalisasi dan sesudahnya. Ada sebuah perubahan yang
cukup luar biasa pada sikap dan prilaku peserta didik yang dapat dikatakan
tidak mencerminkan seorang peserta didik. Sayapun sebagai seorang guru muda
yang baru 2 tahun terjun ke dunia pendidikan merasakan hal yang bikin saya aneh
pada sikap dan prilaku peserta didik jaman sekarang. Dan di kurikulum 2013 bahwa
setiap pembelajaran harus selalu
menggunakan pendekatan scientific dalam KBMnya yakni ada aktifitas: mengamati,
menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan. Hal tersebut ditujukan agar
siswa aktif dan terampil dalam KBM sehingga Guru berfungsi sebagai pembimbing
peserta didik. Pembelajaran Kurikulum 2013 merupakan pembelajaran
Student-centre. Itu sedikit kesimpulan yang dapat saya sharingkan kepada
pembaca sekalian. Mungkin pengalaman hidup dan ilmu tambahan yang didapat akan
berbeda-beda sesuai yang dirasakan oleh masing-masing orang. Begitu halnya
dengan kesan-kesannya selama diklat berlangsung bertemu dan bekerja sama dengan
berbagai sifat, sikap dan prilaku orang yang berbeda-beda pula meskipun satu
profesi. Selamat mengikuti Diklat bagi GS selanjutnya :) semoga semuanya sehat dan banyak hal baik yang didapatkan
aamiin :)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar