Sabtu, 05 Juli 2014

Diklat Kurikulum 2013

 
Good evening everybody,,, ada sedikit cerita tentang masa diklatku yang dilaksanakan selama lima hari dari tanggal 26-30 Juni 2014.
Ada banyak pelajaran yang berharga yang didapat selain ilmu yang tujuan dari diklat itu sendiri. Sekilas tentang Diklat (Pendidikan Kilat), yang terbayang dalam otakku hanya duduk manis mendengarkan ceramah dari instruktur dan ternyata itu salah total brow.... :)
Ada tuntutan dan aturan yang harus diikuti oleh setiap Guru Sasaran (GS). Diklat kurikulum 2013 sama halnya dengan perkuliahan: Tugas dan Presentasi menjadi makanan. Kalau ada tugas dan presentasi pastinya terjadi sebuah diskusi donk... dan menimbulkan sebuah keaktifan dari para GS. Hal tersebut akan menjadi sebuah Penilaian tersendiri bagi diklat ini.
Dalam diklat kurikulum 2013 kemarin, setelah melakukan PreTest setiap guru sasaran dikelompokkan dalam skala besar (9 orang) kemudian diberikan tugas untuk menjawab sebuah pertanyaan dari instruktur mengenai kurikulum 2013 yang sama sekali mentah tak tahu apa-apa meskipun kita memegang buku modul seputar kurikulum tersebut. Terlebih lagi saya yang benar-benar masih awam tentang dunia kurikulum sekolah. Hal itu memberikan kesempatan bagi kami untuk terus mencari jawaban. Dan instruksipun terus berlanjut. Hari pertama diklat cukup memberikan kesenangan bagi saya. Saya mulai mendapatkan point penilaian dari hasil kerja saya sebagai penjaga Stand kelompok (menjawab pertanyaan-pertanyaan dari kelompok lain). Cukup membingungkan ketika itu terjadi. Saya harus menjadi orang yang ahli dalam memecahkan setiap pertanyaan yang berkaitan dengan yang saya kerjakan. Tetapi alhamdulilah tugas itu dapat terlewati meskipun dengan kekecewaan pertama bekerja sama dengan orang-orang yang pasif dan yang pinter tapi gemetar :(. Diklat hari pertama berakhir dengan presentasi tugas dari kelompok yang beruntung terpilih kedepan forum :).
Tugas diklat hari kedua adalah Menganalisis Buku Guru dan Buku Siswa. Ini sedikit menyulitkan kami, para Guru Sasaran kurikulum 2013. Saya yang baru terjun ke dunia pendidikan tentu sangat awam mengenai hal itu, yang pernah saya dengar adalah analisis butir soal bukan analisis buku. Dan ternyata para guru yang saya anggap senior, yang satu grup dengan saya itupun sama hal nya dengan saya.  Tak tahu mengenai analisis itu. Alhasil kita mengerjakan tugas analisis itu meraba-raba dengan melihat contoh yang ada.  Namun kami tetap memiliki usaha untuk memahaminya. Seperti hal nya pada diklat hari pertama bahwa tugas setelah dikerjakan harus dipresentasikan. Untuk giliran presentasi ditentukan dengan kocokan urutan kelompok. Beruntung bukan urutan kelompok kami yang keluar dari kocockan itu.  Dua kali keberuntungan berada pada pihak kelompokku. Ada satu alasan besar yang membuatku girang tidak ke depan forum. Saya merasa tidak beruntung pada diklat ini. Saya masuk pada kelompok sisaan. Saya berkelompok dengan yang salah satu anggotanya kurang menyenangkan, yang dapat menimbulkan emosi, arogan dan kurang disenangi pula oleh yang lainnya. Tetapi hal itu tak menghentikan semangat saya untuk berusaha mendapatkan ilmu, pengalaman, kenangan dan kesenangan dalam diklat itu. Masih ada anggota yang menyenangkan, yang peduli dengan aturan diklat, yang mampu bekerja sama, yang memberikan saya kenyamanan. Berarti saya tetap beruntung ya... :) Tugas pada diklat hari kedua cukup menyita perhatian saya karena saya tak mendapatkan point penilaian dan berakhir dengan menyimpan giliran presentasi :)
Hari ketiga diklat, kelompok 2 dan kelompok saya yang akan presentasi. Topik materi yang kelompok saya dapatkan untuk  presentasi adalah “Analisis Video Pembelajaran”. Ada sebuah kejadian yang tak terduga, video yang akan kami gunakan sebagai analisis dipakai oleh kelompok 2 yang menyampaikan presentasi tentang model-model pembelajaran. Hal itu membuat kelompok saya terpaksa mengganti video dan mengubah hasil analisisnya. Dan giliran presentasipun tiba. Baru saja akan memulai presentasi, kesalahan teknis mulai terjadi. Speakernya yang terhubung ke infokus tidak menyala. Setelah di cek akhirnya menyala. Dan kesalahan teknis terjadi kembali pada saat pemutaran video. Dipertengahan pemutaran video, aku menghentikannya karena salah paham dengan moderator haha... it’s so embrassing... :(. Tapi “Akhirnya presentasi terlewati, ucapku “ :) Hari ketiga diklat cukup memberikan saya kesempatan untuk menambah point penilaian. Dan selalu, pulang kerumah dengan membawa bingkisan tugas Penilaian Raport. Oya dihari ketiga juga bawa bingkisan asli, konsumsi d bawa pulang karena diklat b.inggris masuk ke bulan ramadhan so pulangnya lebih awal :D 
Oke... hari keempat sudah masuk ke bulan puasa dan harus siap dengan tugas :). Hari keempat diklat dijadwalkan pembuatan RPP bagi kelompok masing-masing dan Peer Teaching. Dari lima kelompok yang ada, hanya dua kelompok yang Peer Teaching. Kelompok saya yang diketuai oleh orang yang cukup membuat kepala geleng ternyata maju untuk Peer Teaching. Dan apa yang terjadi, dari setiap gelagat sikapnya saya merasa malu sendiri. Saya jadi merasa aneh yang luar biasa ketika ketua kelompok saya yang Peer Teaching dengan sikap dan tingkah aneh-aneh nya. Tapi tentu itu harus terus dilanjutkan. Apa jadinya jika saya mengeluarkan seluruh kekesalan mungkin saya akan lebih malu. Dan untuk keempat kalinya saya harus mengucapkan syukur karena semua itu terlewati dengan lancar. Meskipun dengan berbagai rasa :(.
Hari terakhir diisi dengan mengisi Post Test. Kerja samapun tetap berlaku pada saat Post Test haha... Dan sebagai penutup kegiatan hari kelima, Guru Sasaran Diklat Kurikulum 2013 melakukan foto bersama dengan instruktur ataupun dengan sesama GS. Ini yang tak saya sukai, Perpisahan. Namun semua itu tetap harus dilewati karena setiap pertemuan pasti berakhir dengan perpisahan entah bagaimanpun awalnya. Selamat Tinggal Para GS Kurikulum 2013. Semoga kita semua mampu mengaplikasikan kurikulum ini dengan sebaik-baiknya. Aamiin :)
 
kesimpulan yang bisa saya sampaikan pada saat kurikulum 2013 itu adalah bahwa kurikulum 2013 menekankan pada pendidikan berbudi pekerti dan pembelajaran yang berpendekatan scientific, saya setuju dengan kata “berbudi pekerti” karena seperti yang kita ketahui sekarang bagaimana sikap dan prilaku peserta didik jaman sekarang. Setiap orang sudah sangat menyadari terhadap perubahan prilaku antara peserta didik sebelum era globalisasi dan sesudahnya. Ada sebuah perubahan yang cukup luar biasa pada sikap dan prilaku peserta didik yang dapat dikatakan tidak mencerminkan seorang peserta didik. Sayapun sebagai seorang guru muda yang baru 2 tahun terjun ke dunia pendidikan merasakan hal yang bikin saya aneh pada sikap dan prilaku peserta didik jaman sekarang. Dan di kurikulum 2013 bahwa setiap pembelajaran  harus selalu menggunakan pendekatan scientific dalam KBMnya yakni ada aktifitas: mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan  mengkomunikasikan. Hal tersebut ditujukan agar siswa aktif dan terampil dalam KBM sehingga Guru berfungsi sebagai pembimbing peserta didik. Pembelajaran Kurikulum 2013 merupakan pembelajaran Student-centre. Itu sedikit kesimpulan yang dapat saya sharingkan kepada pembaca sekalian. Mungkin pengalaman hidup dan ilmu tambahan yang didapat akan berbeda-beda sesuai yang dirasakan oleh masing-masing orang. Begitu halnya dengan kesan-kesannya selama diklat berlangsung bertemu dan bekerja sama dengan berbagai sifat, sikap dan prilaku orang yang berbeda-beda pula meskipun satu profesi. Selamat mengikuti Diklat bagi GS selanjutnya :) semoga semuanya sehat dan banyak hal baik yang didapatkan aamiin :)
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar