The Unforgetable Memory
Guru, salah satu cita-cita yang
ada dibenakku ketika duduk dibangku SMP dan yang membuatku semangat, percaya
diri dan merasa punya kemampuan lebih dari orang lain meskipun pas-pasan. Waktu
itu guru favoritku cukup banyak tapi yg cukup terkenang sampai sekarang adalah
guru bahasa Inggris. Selain nge-fans sama gurunya daku juga suka sama pelajaran
nya. Dari mulai SMP daku suka bahasa Inggris. BTW setelah duduk di bangku SMA,
cita-cita sebagai guru mulai tak ku lirik sedikitpun hanya ya untuk sekali-kali
pernah terfikirkan juga. Ketika detik-detik masa SMA berakhir keinginan yang
paling kuat adalah semacam perkantoran. Banyak pilihan yang ku inginkan salah
satunya sangat ngebet dengan akuntansi. Ntahlah mungkin ambisi masa remaja
masih kuat untuk segera mengangkat derajat keluarga lebih cepat haha...
Dan ambisi itu dibuktikan dengan
mengikuti sejumlah Ujian Masuk Universitas. Mula-mula diriku ikut PMDK ke
politeknis Post dengan jurusan Akuntansi sesuai yang diinginkan meskipun tak
sejurusan dengan jurusan yang diemban selama SMA, IPA. Dan Alhamdulillah keluar
hasilnya dengan berita baik. Daku diterima di jurusan Akuntansi Politeknis
Post. Tetapi Dilema mulai muncul, keraguanpun datang tiba-tiba ,rasa takutpun
mulai mendera. Yang sampai pada keputusan: aku meniggalkannya alias tidak
mengambil kelulusan itu dan memilih mengikuti “Beasiswa Masuk Universitas (BMU)”.
Hm.... ini merupakan kenanganku dengan
Sang mantan hihi... Aku berjuang bareng-bareng dengan nya sampai pada
pendaftaran Seleksinya saja. Kita dengan Orang Tua masing-masing pergi ke
Bandung untuk mendaftar Seleksi Universitas nya atau SNMPTN dan mengambil Uang BMU untuk bekal pada saat
test nya nanti. Dan setelah itu kita berpisah karna harus mencari alamat dimana
kita test Seleksi ujiannya. Hh... ckp menyedihkan juga cerita aku dan dia pada
saat test sama-sama mendapatkan penderitaan. Aku yang pada saat pulang dari
Ujian, aku sudah hampir lupa dimana ujianku dulu ya. Pokoknya di sekolah Santa
deh, Sekolahnya anak yang beragama
kristen. Aku tersesat dan tak tau arah jalan pulang ( haha... itu mah lirik
ya). Dan memang benar keadaanya seperti
itu. Aku berusaha santai berjalan kaki menyusuri terotoar meskipun dalam hati benar-benar menjerit
pengen nangis. Aku sudah sejauh ini melangkah tapi tak sedikitpun arah pulang
yang aku ingat. Aku tak tau harus naik
angkot darimana dan berhenti dimana yang jelas tempat aku tinggal selama
SNMPTN berlangsung itu di kostan yang deket Gasibu. Aku segera bertanya pada
Satpam di sekitar sana. Sampai pada akhirnya aku naik mobil ciroyom tapi tak
tau harus berhenti di gang mana. Haduh...sungguh ingin nangis tp itu tak boleh
terjadi karena aku harus kuat belajar hidup sendiri. Aku memang bodoh kenapa
harus bareng sama teman yang kurang solid, gude ambek, tidak sabaran dan ckp
menyebalkan. Dia menelponku pada saat pulang tapi tak sabaran menunggu orang
yang tak tau arah pulang. Dan apa yang terjadi padaku setelah aku berhasil
menemukan gang kostan yang aku tinggali itu alangkah senangnya hatiku seperti
menemukan harta karun haha... Aku berjalan lebih cepat ingin segera sampai dan
istirahat meskipun kakiku lecet akibat jalan kaki terlalu jauh. Itu cerita
sedihku di hari pertama pada saat SNMPTN dan parahnya itu terjadi di keesokan
harinya dengan cerita tersesat yang berbeda. Ntahlah aku hampir lupa bagaimana
aku tersesat dihari kedua. Yang jelas sampai sekarangpun aku berfikir apa aku
sanggup hidup di Bandung dengan desakan penduduk dan arah jalan yang memutar
serta memusingkan heu...Mungkin itu salah satu alasan Alloh tidak meluluskan
aku d SNMPTN itu, karena aku lemah :’(. Dan cerita dari Sang mantanku terdengar
menyedihkan juga. Sandal dan Sepatu nya yang di pakai untuk SNMPTN ada yang nyuri. Seharusnya dia terlindungi
juga seperti diriku meskipun dia tidur di Mesjid toh itu tempat yang suci dan
mulia eh ini malah tersiksa. Dia tidur di mesjid karena terlalu jauh jarak
antara tempat SNPMTN-Kostan kaka kelasnya. Tapi Alloh maha menolong Dia
memberikan sepatu lain melalui ketua DKM setempat. Hm.. it’s really
unforgettable experience :D
Ambisi ku blm berakhir. Setelah
SNMPTN aku juga mengikuti tes STAN, universitas yang sangat tepat untuk jurusan
yang aku mau, Akuntansi. Ketika menunggu hasil dari tes-tes itu universitas
terakhir yang aku coba adalah IPDN. Ketertarikanku mengikuti tes IPDN adalah
karena universitas itu memiliki jaminan kerja setelah lulus sama hal nya dengan
STAN daan aku memang menginginkan sekolah yang berasrama dan disiplin. Aku
hampir lupa tentang urutan tes universitas yang aku ikuti itu yang jelas
sebelum sampai disini di bangku Keguruan aku berusaha mencari keberuntungan di
universitas lain yang kesemuanya itu gagal aku capai.. hhmmm...it’s annoying
but it give me a good experience until now. Aku dapat pengalaman berharga dari
kegagalan itu. Fokus adalah salah satu inti kesuksesan meraih masa depan yang
cerah.. waktu aku SMA bukan fokus yang aku gunakan tapi ambisi yang selalu
menemani makanya gagal. Dan alasan yang paling utamana tetap itu semua atas
izin Alloh yang memberikan kehidupan terbaik bagi hamba-Nya. Itu jadi sedikit
saran dariku buat adik-adik yang mau melanjutkan pendidikan. Fokuslah ketika
menginginkan sesuatu :D
Perjuanganku berakhir di Sekolah
Keguruan. Aku menghabiskan waktu selama 4 tahun untuk menjadi Sarjana
pendidikan yang akhirnya sekarang menjadikan nyata cita-citaku ketika SMP
menjadi seorang guru :P. Tetapi rasanya hanya sekedar title saja Guru karena di
panggil Ibu. Aku dalam hatiku sedikitpun belum merasa menjadi guru apalagi
kalau dilihat dari peran dan tugas guru. Ya.. meskipun dalam hati kecil aku
merasakan ada sebuah tanggung jawab dan kasih sayang akan anak didikku setelah
sekarang hampir 2 tahun aku mengemban tugas di lingkungan pendidikan. Apapun itu memang butuh proses begitu hal nya
dengan diriku yang tak mau berprofesi seperti sekarang tapi malah makan omongan
sendiri :P. Satu hal yang harus selalu aku tanamkan dalam kehidupan adalah bersyukur. Karena akan selalu ada
keadaan atau kehidupan yang tidak lebih baik dari kita sekarang. Seburuk apapun
yang kita rasakan akan selalu ada yang tidak sebaik yang kita rasakan. Pepatah
“ Hidup selalu ada pilihan” itu memang benar. Sebagai manusia kita hanya
tinggal memilih kehidupan mana yang kita inginkan. Ketika menginginkan pilihan
yang baik maka berusahalah untuk meraihnya dan sebaliknya ketika pilihan yang
kurang baik yang dijalani, mungkin itu adalah salah satu pilihan juga meskipun
tak menginginkannya tapi kau memilihnya dengan tanpa sadar, dengan segala alasan
yang mungkin kau elakkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar